Senin, 02 Juni 2014

Bintang Terbesar


                3 Bintang Terbesar di alam semesta
Bintang adalah bola besar yang dihasilkan dari pembakaran plasma bersama oleh gravitasinya sendiri. Bintang yang paling akrab dengan kita adalah matahari. Namun, dibandingkan dengan banyak bintang-bintang lainnya di alam semesta, matahari termasuk bintang dalam tata surya yang sangat kecil. Berikut adalah 3 bintang terbesar (dengan diameter) yang ada di alam semesta versi Puncak Dunia.

1.VY Canis Majoris
Bintang terbesar yang telah ditemukan di alam semesta adalah VY Canis Majoris (VY CMa). Ini adalah hypergiant bintang merah yang terletak di konstelasi Canis Major. Bintang ini diperkirakan memiliki radius antara 1800 dan 2100 kali radius Matahari kita dengan diameter 3.063.500.000.000 m. Dengan ukuran ini akan mencapai hampir ke orbit Saturnus jika ditempatkan di tata surya kita. Canis Majoris adalah hypergiant bintang kelas merah yang terletak di rasi Canis Major dan terletak sekitar 4.900 tahun cahaya dari Bumi. Jika dilihat dari kecepatan cahaya VY Canis Majoris harus ditempuh 8 jam oleh kecepatan cahaya untuk mengitarinya sekali putaran.
Suhu permukaan bintang ini relatif lebih dingin dari Matahari yaitu 3.000 K, dibandingkan dengan Matahari yang hanya 5.800 K. Jika bintang ini diganti Matahari dalam sistem surya, itu akan memperpanjang sampai ke Saturnus. Sebuah debu partikel awan besar yang telah dikeluarkan dari bintang ini memancarkan cahaya inframerah, yang membuatnya menjadi salah satu obyek paling terang di langit kita. Tidak seperti bintang-bintang besar lainnya VY Canis Majoris adalah bintang tunggal dan bukan sistem bintang yang dalam satu tata surya memiliki lebih dari satu bintang. Hal ini dikategorikan sebagai variabel semiregular dan memiliki estimasi masa 2000 per .
2.VV CepHei A

VV Cephei, juga dikenal sebagai HD 208816, adalah sistem bintang biner gerhana yang terletak di konstelasi Cepheus, sekitar 2.400 tahun cahaya dari Bumi. Hypergiant bintang merah ini diperkirakan berukuran antara 1.600 dan 1.900 kali radius Matahari. VV Cephei ini berukuran 2.664.800.000 km, artinya lebih besar 1.900 kali matahari dan lebih besar 649.800 kali bumi. VV Cephei adalah bintang yang sangat besar dan mempunyai massa yang tinggi, serta memiliki beberapa garis emisi, kelas luminositas spektral dan magnitudo mutlak.
Jika ditempatkan di pusat tata surya, hypergiant ini kemungkinan akan memperpanjang masa lalu orbit Jupiter dan pendekatan Saturnus. VV Cephei adalah 275,000-575,000 kali lebih bercahaya dari matahari. Taksiran gerakan orbital VV Cephei A adalah sekitar 100 massa matahari, tapi luminositas yang menunjukkan suatu massa massa matahari 25-40. VV Cephei tidak sepenuhnya bulat, dikelilingi oleh cangkang yang sangat panjang dengan warna buram, ditambah dengan tungkai gelap, dan luminositas tidak stabil. Akibatnya, massa yang sebenarnya tidak diketahui.
3.Mu Cephei


Bintang ini juga terletak di konstelasi Cepheus. Bintang supergiant merah ini adalah sekitar 1650 kali radius Matahari. Bintang ini juga merupakan salah satu bintang paling terang di galaksi Bima Sakti, yakni dengan lebih dari 38.000 kali luminositas Matahari.
Mu Cephei juga dikenal sebagai bintang Herschel ‘s Garnet, yaitu bintang super raksasa merah di konstelasi Cepheus, pada 1550 jari-jari surya. Ini adalah salah satu bintang terbesar dan paling bercahaya dikenal di Bima Sakti. Bintang ini dikenal sebagai “Garnet Star” karena warna merah tua nya dan merupakan salah satu bintang yang paling intens berwarna yang pernah tercatat bila dilihat melalui teleskop.
Detail bintang ini berwarna merah delima dan bertype M2Ia(Red Supergiant Star). Mu Cephei berada pada jarak 5258 tahun cahaya dari Bumi dan bermagnitudo 4.23. Bintang ini seperti ditakdirkan untuk hidup terang tapi berumur sangat pendek, semakin besar bintang, semakin pendek hidupnya. Matahari bisa hidup selama sepuluh miliar tahun, tapi mu Cephei dan bintang-bintang besar lainnya hanya dapat hidup selama beberapa juta tahun saja. Evolusi Mu Cephei mungkin mirip dengan bintang bermassa tinggi lainnya, Kaler (1997), menjelaskan evolusi Mu Cephei dengan cara berikut. Dimulai dengan membakar hidrogen di intinya sampai tidak ada lagi yang tersisa, kemudian mengembang dengan status supergiant saat ini. Sekarang pembakaran helium terjadi di inti sedangkan pembakaran hidrogen terus di kulit luar. Karena begitu besar, energi gravitasi pada inti besar dan pembakaran nuklir lebih lanjut dapat terjadi.





0 komentar:

Posting Komentar

Hack and Cheat

Page

Welcome To My Blog

Mp3-Bruno Mars Just the way you are